Cuap Remaja
Kamis, 09 April 2009
Belajar dan mengamalkannya
Setelah ilmu kita pelajari, sudah saatnya kita melakukan praktek dilapangan. Ilmu yang kita miliki akan semakin berguna jika kita mengamalkannya kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Ilmu yang kita peroleh dari hasil belajar dapat kita amalkan sebagai bagian dari ibadah kita. Karena setiap amalan yang kita lakukan oleh Allah SWT akan memperoleh pahala yang tidak terkira. amalan tersebut harusnya dilakukan dengan niat yang tulus dan keikhlasan sehingga pahala yang kita peroleh akan semakin banyak. Sebab tidak banyak orang yang melakukan sesuatu dapat ikhlas karena allah. Cara untuk menumbuhkan keikhlasan yaitu dengan meyakini bahwa ilmu yang kita peroleh adalah untuk orang lain yang dititipkan melalui kita oleh Allah.
Wujud implementasi dari ilmu agama yang dapat diamalkan untuk diri sendiri yaitu dengan bertambahnya keimana kita kepada Allah. Selain itu wujud dari ilmu agama adalah semakin baiknya akhlak seorang dalam kehidupan sehari-hari. Berarti dapat dipastikan jika seorang pemuda yang belajar ilmu agama sedangkan akhlaknya masih sama dengan yang lain, berarti ilmu yang dimilikinya belum maksimal. Sehingga perlu adanya niat yang penuh sebelum kita belajar dan mempraktekannya dilapangan. Sedangkan ilmu agama yang dapat kita amalkan untuk orang lain yaitu dengan cara berdakwah. Sebagian orang beranggapan bahwa dakwah merupakan kewajiban seorang kyai ataupun ustadz. Padahal setiap orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, baik remaja maupun tua, diwajibkan untuk berdakwah. Walaupun hanya kepada orang terdekat atau orang disekitar kita. Sehingga dengan adanya dakwah itu, akan terjadi sebuah interaksi antara satu dengan yang lain yang mengakibatkan terjadinya energi untuk menjadi lebih baik.
Kemudian aplikasi dari ilmu dunia untuk diri sendiri adalah dengan bekerja. Setelah kita belajar dengan giat, kemudian lulus dengan nilai yang maksimal tentu kita menginginkan sebuah pekerjaan yang layak. Bekerja merupakan kawajiban bagi setiap muslim. Rasulullah SAW semenjak remaja sudah diajar bagaimana berdagang. Sehingga ketika beliau diutus untuk berdakwah, nabipun tetap bekerja. Seorang rosul yang sudah dijamin oleh Allah tetap berusaha menyambung hidupnya dengan bekerja. Oleh karena itu kenapa seorang muslim dianjurkan untuk kaya.
Seorang pekerja harus mempunyai keyakinan bahwa dia bekerja untuk mendapatkan rizki. Selain itu diperlukan etos kerja yang tinggi, sehingga apa yang dia inginkan akan berhasil dengan baik. Seorang pekerja juga harus mempunyai benteng pertahanan yang kuat yakni agama. Sebab tidak banyak orang yang bekerja akan melakukan hal-hal yang tidak beradab. Seperti praktek korupsi dan suap yang sekarang ini sedang trend dikalangan pejabat pemerintahan. Sedangkan untuk kalangan bawah, tindakan penipuan dan berusaha mendapatkan harta dengan berbagai cara merupakan hal yang biasa kita jumpai. Semua itu dapat terjadi jika para pekerja tidak mempunyai benteng yang kuat. Jika benteng kita sudah cukup kuat untuk godaan dunia, maka ketika bekerjapun kita tidak akan melakukan perbuatan dosa. Padahal dalam Al-Quran sendiri Allah berfirman :
[83:1] Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang {1562}, (AL MUTHAFFIFIIN (ORANG-ORANG YANG CURANG) ayat 1)
Sedangkan aplikasi ilmu dunia untuk orang lain yaitu dengan cara mengajarkanya kepada orang lain. Banyak cara yang dapat dilakukan, baik melalui sebuah instansi pendidikan ataupun individu. Diharapkan orang lain yang belum mengerti ilmu tersebut, akan mengetahuinya dari kita. Sehingga kebodohan dan kemiskinan akan dapat terhapus sedikit demi sedikit. Jika semua itu dapat kita lakukan yaitu dengan belajar kemudian mengamalkannya untuk diri sendiri dan orang lain insya Allah kita mampu menjadi oarng yang berkualitas. Baik dihadapan manusia terlebih dihadapan Allah.
Label: Umum