Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Cuap Remaja

Anda Remaja Ke:

Website counter

Minggu, 05 April 2009

PENDIDIKAN SEKS DENGAN METODE SEBAYA

Pendidikan Seks Menggunakan Metode Sebaya

Save the Children (Selamatkan Anak-anak) dari Inggris bekerja sama dengan Komisi Pendidikan Propinsi Yunan di Cina dalam proyek percontohan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi di 15 sekolah menengah.

Dr. Tan Leshan, Wakil Direktur Program Save the Children menjelaskan alasannya: “Kebanyakan orang tua khawatir bila anak belajar tentang seks terlalu dini, mereka akan mulai melakukan kegiatan seks pada usia dini pula walaupun di seluruh dunia hal itu tidak terbukti; pendidikan seks dini sebenarnya menunda usia orang menjadi aktif secara seksual.
“Jika kita tidak mengajarkan seks kepada anak, mereka akan mendapatkannya dari berbagai sumber, majalah, film, atau dari temannya, tetapi informasi ini mempunyai sifat berpihak atau salah dan itu berbahaya,” tambah Dr. Tan.

Pendidikan seks dan kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat dibatasi di kebanyakan sekolah di Cina saat ini. Reproduksi manusia tidak pernah dijelaskan secara jelas, atau dipisahkan dari reproduksi satwa. Masalah emosional dan hal-hal seperti penyakit menular seksual, infeksi saluran reproduksi atau pun kontrasepsi tidak dihadapi. Sampai sekarang, informasi tentang seks hanya dianggap perlu dan cocok bagi pasangan yang ingin menikah.

Tetapi, kehamilan di antara remaja belum menikah dan aborsi tampak meningkat pesat di Cina. Data statistiknya terbatas, tetapi sebuah survei yang dilakukan oleh All China Women’s Federation menunjukkan bahwa seperempat kasus aborsi di Cina dilakukan oleh wanita yang belum menikah. Menurut Dr. Zhu Yaohua dari China Population Welfare Foundation, survei menunjukkan bahwa di beberapa kota di Cina bagian selatan, hingga 65% pasangan yang bersanggama sebelum menikah.
Di Cina, tidak tersedia secara memadai bahan yang tepat untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak sekolah. Tahun lalu (1999), Komisi Pendidikan Nasional mengesahkan asas pendidikan seks untuk anak sekolah di Cina tetapi, selain Shanghai yang telah mengembangkan kurikulum pendidikan seks sendiri, sekolah-sekolah mempunyai sedikit pengalaman tentang bagaimana menghadapi mata pelajaran yang baru dan peka ini.

Hal inilah yang dicoba dicari penyelesaiannya oleh Save the Children dan Komisi Pendidikan Propinsi Yunan. Mereka akan menggunakan metode sebaya, mengembangkan sekelompok pelatih siswa di setiap sekolah yang menyampaikan pengetahuan yang mereka peroleh pada siswa sebaya.

Masalah yang dipelajari meliputi pengetahuan dan pemahaman hubungan seksual (emosional dan fisik), kewaspadaan akan risiko kesehatan reproduksi (mulai dari infeksi ringan, hingga PMS termasuk HIV) dan pemahaman cara pencegahan, atau kapan harus mencari pertolongan terhadap masalah kesehatan reproduksi.

Proyek ini pada awalnya akan berlangsung di lima sekolah menengah di Yuxi Prefecture dan lima sekolah di Xishuangbanna Prefecture.

Tim proyek ini akan mengambil pengalaman dari proyek kewaspadaan HIV/AIDS sebelumnya yang dilakukan bersama kedua organisasi sejak 1996. Proyek sebelum itu, awalnya berpusat di sekolah-sekolah menengah di Kunming, Ruili dan Xishuangbanna, menggunakan metode pendidikan sebaya. Departemen Pendidikan Kesehatan dari Komisi Pendidikan propinsi sekarang sepenuhnya mengambil tanggung jawab untuk meluaskan proyek ini ke semua prefecture di Yunnan, sementara itu Save the Children bekerja dengan Komisi Pendidikan Xinjiang dan Daerah Otonomi Tibet untuk memulai program yang serupa di daerah mereka.

Metode pendidikan sebaya telah lama dikembangkan oleh beberapa organisasi internasional lain yang bekerja pada kepedulian di bidang HIV/AIDS di Cina. Sejak 1996 Palang Merah Australia (ARC) bekerjasama dengan Palang Merah Yunnan dengan dukungan dana pemerintah Australia telah mengembangkan program pendidikan sebaya yang bertumpu pada masyarakat untuk kawula muda. Awalnya, sebagian besar pendidik sebayanya adalah para mahasiswa di Kunming, tetapi sekarang ARC, lebih menyasarkan kegiatan pada kelompok risiko tinggi dan meluaskan kegiatan ke seluruh Yunnan. Sesi pelatihan dilakukan di bar, karaoke serta pusat detoksifikasi wajib.

ARC juga menyediakan bantuan teknis pada Palang Merah Xinjiang untuk memberikan program pendidik sebaya. Di Beijing dan Shanghai, kepedulian AIDS sejak 1998 telah dipromosikan di 16 universitas. Para pelatih inti memberikan pelatihan intensif pada 1.800 mahasiswa sebaya yang akan menularkan pengetahuannya kepada 35.000 rekannya. Menurut Direktur Program ini, Dr. Gao Yuan, proyek ini diharapkan akan diluaskan ke sekolah lanjutan. Program ini menerima bantuan teknis dari Royal Women’s Hospital yang berkait dengan Melbourne University, Australia. Dana juga datang dari tiga perusahaan besar internasional, Durex, Schering dan Orgenon.

0 Comments:

Post a Comment